Notebook NEC Versa S3200 sebenarnya secara resmi hanya dijual dengan sistem operasi FreeDOS. Namun unit notebook yang dipinjamkan pada saya ini pada awalnya sudah dilengkapi dengan sistem operasi Windows XP Professional. Karena sedapat mungkin saya ingin mendekati keadaan pengguna asli, umur sistem operasi Windows XP ini tidak lama. Saya memutuskan memformat ulang dan memasang sistem operasi dari awal.
Kandidat pertama adalah Windows Vista Home Premium, yang kebetulan saya miliki. Walaupun kartu grafis terintegrasi dari Intel sudah cukup baik, dan prosesor Intel Core Duo cukup ampuh, dengan RAM hanya 512 MB NEC Versa sebenarnya tidak terlalu sesuai untuk Vista. Namun dengan harga sekitar US$ 1200 rasanya tidak berlebihan mengharapkan komputer ini dapat melayani tantangan sistem operasi terbaru dari Microsoft tersebut.
Pada awalnya NEC Versa S3200 tak dapat menjalankan Vista dengan tampilan Aero Glass yang dibangga-banggakan tersebut. Setelah memasang update terbaru akhirnya mode visual ini dapat digunakan tanpa masalah. Hanya saja kekurangan RAM ini kemudian terasa ketika membuka beberapa aplikasi sekaligus. Beberapa hari kemudian saya memutuskan bahwa Vista tidak cocok untuk komputer ini.
Kembali ke Windows XP ternyata tidak mudah. Masalahnya ternyata CD Windows XP yang saya miliki tidak punya driver untuk beberapa komponen dalam NEC Versa S3200. Ini termasuk dua komponen yang paling penting: adapter Wi-Fi dan ethernet. NEC tidak menyediakan driver yang diperlukan.
Sementara itu saya sudah mencoba menggunakan LiveCD Ubuntu pada NEC Versa S3200, dan sekilas tidak banyak masalah bila notebook ini menggunakan Ubuntu. Karena rasa ingin tahu saya pun berketetapan memasang Ubuntu Linux 7.04 (Feisty Fawn) pada komputer ini.
Hardware
Saya terlebih dahulu menginstal versi terdahulu Ubuntu yang saya miliki, Ubuntu Dapper, kemudian mengupradenya ke Feisty Fawn. Ini memakan waktu cukup lama karena banyak sekali update yang harus diunduh. Namun pada akhirnya logo Ubuntu yang baru sukses muncul di layar Versa S3200.
Ubuntu Feisty dengan mudah dapat mendeteksi slot SD/MMC/Memory Stick yang terdapat pada notebook ini, dan ketika saya menyisipkan kartu SD Ubuntu menanyakan apakah saya ingin mengimpor foto-foto yang berada di dalamnya. Ketika dijawab ya, Ubuntu langsung membuka aplikasi penayang gambar Gthumb pada folder DCIM dalam kartu SD tersebut.
Gthumb dapat digunakan untuk pengelolaan foto sederhana, sedangkan buat keperluan lanjut Ubuntu menyediakan F-Spot.
NEC Versa S3200 memiliki dua tombol khusus yang digunakan untuk meluncurkan aplikasi e-mail dan browser. Keduanya dapat dideteksi Ubuntu dengan baik. Bila tombol browser ditekan Ubuntu meluncurkan Mozilla Firefox, sedangkan tombol e-mail meluncurkan Novell Evolution.
Feisty Fawn juga mengenali kamera 1,3 megapixel yang terintegrasi pada NEC Versa S3200. Kamera ini dapat digunakan untuk melakukan videoconference dengan aplikasi videophone, seperti Ekiga.
Masalah hardware paling berat didapatkan pada peranti nirkabelnya. Ubuntu berhasil mendeteksi access point di kantor Bisnis Indonesia, namun gagal melakukan koneksi.
Setelah berkutat beberapa lama mencari informasi di Internet barulah saya menemukan pemecahannya: masalahnya Ubuntu memuat driver rt73usb untuk chipset Ralink. Driver ini ternyata tidak berfungsi. Satu-satunya cara buat mengatasi masalah ini adalah mengkompilasi driver sendiri. Setelah itu barulah peranti Wi-Fi dapat berjalan dengan baik, meskipun saya tidak dapat memanfaatkan fitur pendeteksian jaringan otomatis yang disediakan applet Network Manager.
NEC Versa S3200 juga dilengkapi dengan modem, namun saya tidak mengetesnya.
Buat peranti bergerak seperti laptop masalah pengelolaan daya sangat penting. Dalam hal ini Ubuntu 7.04 pada NEC Versa S3200 ini agak mengecewakan. Suspend dapat berfungsi dengan seharusnya, namun proses hibernasi tak dapat berjalan dengan baik. Hal ini diperparah oleh baterai notebook sendiri yang hanya bertahan sekitar 1 jam saja. Masalah baterai ini juga ditemukan ketika Windows XP dan Vista diinstal, jadi ini bukan karena Ubuntu lebih sembrono mengelola daya.
Aplikasi
Dua aplikasi populer, aplikasi kantoran OpenOffice.org 2.2 dan browser Mozilla Firefox 2.0.0.4 sudah tersedia di Ubuntu. OpenOffice.org merupakan perangkat aplikasi kantoran standar di Linux dan cukup mendapat perhatian juga di Windows, sedangkan Mozilla Firefox menjadi favorit banyak pemakai komputer tak hanya di Linux, tetapi juga Windows dan Mac OS X. Karena itu pemakai sistem operasi lain yang mencoba Ubuntu 7.04 akan gembira menjumpai versi paling mutakhir dari kedua aplikasi ini sudah tersedia dari awal.
Namun untuk keperluan instant messaging mereka masih membundel gaim 2.0.0 beta6. Pidgin, pengganti GAIM, belum sempat masuk dalam distribusi ini. GAIM memiliki kemampuan untuk terhubung dengan banyak protokol instant messaging antara lain: Yahoo, MSN, Jabber (termasuk Google Talk).
Aplikasi e-mail default adalah Evolution--yang tak terlalu saya senangi. Saya lebih suka menggunakan Mozilla Thunderbird. Namun hanya Evolution yang punya kemampuan untuk sinkronisasi dengan PDA (Palm OS ataupun Pocket PC)
Secara umum aplikasi yang mendukung peranti mobile masih payah. Sinkronisasi dengan peranti PalmOS cukup baik, namun ini hanya dapat berjalan bila kita mengeset peranti PalmOS sebagai tidak pernah diselaraskan dengan komputer lain. Sampai sejauh ini belum ada dukungan buat peranti Windows Mobile 5.0.
Dukungan terhadap peranti Bluetooth pada Ubuntu 7.04 masih lemah dibandingkan Windows XP (Service Pack 2) atau Vista misalnya. Sebenarnya kerangka kerja untuk dukungan Bluetooth lengkap sudah tersedia, namun saat ini dukungan terhadap Bluetooth pada aplikasi masih terbatas. Contohnya adalah menerima atau mengirim berkas, dan pengelolaan telepon melalui GNOME Phone Manager. Keduanya harus ditambahkan karena kedua fitur ini tidak tersedia pada instalasi standar.
Feisty Fawn sudah mengintegrasikan Compiz, program yang berguna untuk menampilkan efek-efek visual tiga dimensi yang dapat mempercantik tampilan. Namun Compiz belum diaktifkan secara default.
Ketika diaktifkan Compiz menyebabkan menghilangnya fitur virtual desktop. Namun ini dapat diatasi dengan menginstal Compiz Gnome Manager, yang dapat mengatur efek-efek visual tersebut lebih jauh daripada setting default. Dari program ini saya berhasil mengaktifkan kembali virtual desktop
Kesimpulan
Secara keseluruhan saya cukup gembira dengan Ubuntu 7.04 pada NEC Versa S3200 ini. Masih ada memang hal-hal yang cukup mengganggu, seperti sinkronisasi dengan peranti Palm, dan pada kompositor display (Compiz). Namun pada dasarnya hampir semua peranti keras pada notebook ini dapat dideteksi dan digunakan dengan baik. Dengan antarmuka yang relatif ramah, dan koleksi aplikasi cukup lengkap, Ubuntu Feisty Fawn bisa jadi pilihan buat pemakai yang membeli komputer tanpa sistem operasi (FreeDOS tidak masuk hitungan) seperti NEC Versa S3200.
Sebaliknya apakah notebook yang digunakan ini menarik bagi pemakai Linux? Kalau saja baterainya bertahan sampai 2 jam misalnya, saya akan merekomendasikannya. Kecuali kalau Anda dapat menenggang daya tahan baterainya, saya sarankan Anda menghindari NEC Versa S3200 ini.
- Gratis
- Sudah dilengkapi dengan aplikasi internet, kantoran dan multimedia.
- Tidak memerlukan peranti keras terbaru (dibandingkan Vista)
Kekurangan
- Wi-Fi masih bermasalah
- Pengelolaan daya belum maksimal
0 Komentar untuk "Ubuntu 7.04 Feisty Fawn"